Langsung ke konten utama

Rekapitulasi di Boyolali, Tukul Saksi 02 Tak Mau Tanda Tangan

Rekapitulasi di Boyolali, Tukul Saksi 02 Tak Mau Tanda Tangan


Berita Terkini
-  Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Boyolali telah selesai dilakukan. Untuk Pemilihan Presiden (Pilpres), pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berhasil unggul dengan perolehan suara 581.477 atau 86,02%.

Situs Togel Terpercaya - "KPU Boyolali telah melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 di tingkat Kabupaten Boyolali mulai tanggal 2 hingga 6 (Mei) dini hari 2019," kata Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin, ditemui di kantornya, jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali, Senin (6/5/2019).

Rekapitulasi di Boyolali, Tukul Saksi 02 Tak Mau Tanda Tangan

"Dari hasil rekapitulasi untuk PPWP (Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden), untuk perolehan 01sebanyak 581.477 suara dan untuk perolehan suara 02 sebanyak 94.464 suara (13,97%)," kata Ali Fahrudin.

Jumlah total suara sah sebanyak 675.941. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 15.038. Total jumlah suara sah dan tidak sah sebanyak 690.979.

"Tingkat partisipasi pemilih, DPT kita (Boyolali) adalah 808.469, sehingga itu melewati target nasional 78,5 % yang sudah ditetapkan KPU RI," ujar Ali

Ali mangatakan usai rapat pleno terbuka hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Boyolali dengan hasil tersebut, saksi dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak mau menandatatangani berita acara hasil rekapitulasi tersebut atau formulir DB1.

Dijelaskan, rekapitulasi itu sejak awal diikuti oleh seluruh saksi peserta Pemilu, baik dari saksi dari pasangan calon (Paslon) 01 dan 02, serta saksi dari Partai Politik.

"Tapi kemudian pada waktu akan dilakukan penandatanganan berita acara DB1 itu, saksi Paslon 02 tidak bersedia melakukan penandatanganan," ungkap dia.


Situs Togel Terpercaya - Meski saksi 02 tidak mau tanda tangan, kata Ali, hal itu tidak menjadi masalah. Karena tidak mengurangi keabsahan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Boyolali.

"Atas kejadian itu, pada prinsipnya itu (saksi 02 tak mau tanda tangan) tidak mengurangi keabsahan dari hasil rapat pleno rekapitulasi di tingkat Kabupaten Boyolali," tandas Ali.


Rekapitulasi di Boyolali, Tukul Saksi 02 Tak Mau Tanda Tangan



Tahapan selanjutnya, KPU Boyolali akan membawa hasil rekapitulasi tersebut untuk dilakukan rekapitulais di tingkat KPU Provinsi Jateng. Boyolali mendapatkan jadwal tanggal 10 Mei 2019.

Situs Togel Terpercaya - Secara terpisah saksi 02, Stefanus Tukul, mengakui memang tidak menanda tangani berita acara hasil rekapitulasi tingkat kabupaten Boyolali. Dia beralasan, hal itu merupakan sikap politik. Selain itu dikarenakan pihaknya menilai ada kejanggalan dalam rapat pleno rekapitulasi, yaitu terkait dengan sinkronisasi data pemilih.

"Sinkronisasi ini perlu dijelaskan. Saya minta dasar hukumnya sinkronisasi ini, tapi tidak mendapat jawaban dari KPU," kata Tukul.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Menang, PSM Akui Main Buruk di Babak Pertama

Meski Menang, PSM Akui Main Buruk di Babak Pertama Poker Online Indonesia -  PSM Makassar memang berhasil menang di markas PS Tira. Tapi, PSM mengakui kalau performa mereka tak bagus terutama di babak pertama. PSM membawa pulang tiga angka dari lawatannya ke Stadion Sultan Agung, Rabu (19/9/2018) malam WIB. Dalam laga Liga 1 2018 yang berlangsung sengit, PSM sempat tertinggal 0-1 di babak pertama lewat penalti Alexander Rakic. Namun, di babak kedua, PSM berhasil bangkit dan berbalik unggul lewat gol Wiljan Pluim dan Ferdinand Sinaga. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai sekaligus menyudahi tren negatif PSM yang tak pernah menang di enam laga terakhir. Agen Judi Dewapoker99 Terbaik dan Terpercaya Usai laga, Pelatih PSM Robert Rene Alberts, menganggap anak asuhnya bermain tanpa tekanan meski dibayangi hasil buruk. Poker Online Indonesia -  "Tidak ada rahasia dalam sepakbola, ini soal kerja keras yang jujur, tidak ada pressure tambahan ini normal dalam sepakbola,...

KPK Jerat Bupati Mojokerto dengan Dua Kasus Sekaligus

Poker393 –  Komisi Pemberantasan Korupsi menjerat dua kasus sekaligus terhadap Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa. Menurut Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, Kamal dijerat terkait kasus suap pembangunan menara telekomunikasi di Mojokerto tahun 2015. "Dugaan penerimaan hadiah atau janji yang diterima oleh tersangka MKP terkait perizinan menara telekomunikasi ini adalah sekitar Rp2,7 miliar," kata Laode di kantor KPK, Senin. Selain Mustofa Kamal, dalam kasus ini KPK juga menjerat Ockyanto selaku Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure, dan Onggo Wijaya selaku Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia sebagai tersangka suap. Pada kasus itu, Kamal dijerat memakai Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11? UU Pemberantasan Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Adapun Onggo dan Ockyanto diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP . Kasus ke...

SBY dan AHY Sambut Prabowo-Sandiaga

SBY dan AHY Sambut Prabowo-Sandiaga Agen Judi Poker - Bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bertemu dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya datang bersama dengan satu mobil. Pantauan detikcom, Prabowo-Sandiaga tiba pada pukul 19.38 WIB. Keduanya menaiki mobil Lexus B-1710-PSD. Mobil yang dinaiki keduanya langsung masuk ke halaman rumah SBY. Prabowo terlihat memakai pakaian putih, sedangkan Sandiaga memakai baju biru muda. Situs Poker Online - Kedatangan keduanya disambut SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono. Prabowo terlihat memberi salam hormat ke SBY lalu berpelukan. Sebelumnya, Wasekjen PD Andi Arief mengungkapkan, dalam pertemuan SBY dan Prabowo malam ini, akan dibahas Strategi 55. Pertemuan itu juga untuk mematangkan strategi pemenangan pada Pilpres 2019. Agen Poker Online "Pertemuan SBY dan Prabowo malam ini adalah pertemuan lanjutan, mematangkan strategi dan taktik. Sudah diagendakan secara periodik, bukan membahas gor...