Langsung ke konten utama

Diperiksa Kasus Tanah, Sandiaga Cerita Kisah Hidupnya Dua Jam


Diperiksa Kasus Tanah, Sandiaga Cerita Kisah Hidupnya Dua Jam


Diperiksa Kasus Tanah, Sandiaga Cerita Kisah Hidupnya Dua Jam

Agen Poker Online  Indonesia - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku, satu dari tujuh pertanyaan Penyidik kepadanya saat diperiksa dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan adalah soal kisah hidupnya. Pertanyaan itu didalami selama dua jam. Sebab, kasus ini terjadi puluhan tahun lalu.

"Ada tujuh pertanyaan, mulai dari riwayat hidup, karena (kasus) ini sekitar 21 tahun lalu, tentang masa-masa sekolah, masa-masa SMA, dan juga riwayat hidup, mulai dari memulai usaha dan membangunnya bagaimana," ujarnya, seusai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/1).

Diketahui, Sandiaga diperiksa sebagai terlapor kasus penggelapan dan penipuan tanah terkait bekas perusahaannya, PT. Japirex, untuk yang kedua kalinya. Pemeriksaan pertama dilakukan pada Kamis (18/1).


Agen Poker Online  IndonesiaPemeriksaan kali ini dilakukan selama hampir empat jam dengan tujuh pertanyaan, yang merupakan tambahan dari delapan pertanyaan sebelumnya.

Sandi melanjutkan, Penyidik juga mendalami transformasi dirinya dari karyawan menjadi pengusaha.

"Dulu kan saya karyawan, terus sempat di-PHK. Alhamdulillah, jadi pengusaha di waktu krisis. Itu didalami selama dua jam sendiri berbicara mengenai riwayat hidup," terangnya.


Setelah pertanyaan awal itu, Sandiaga mendapatkan enam pertanyaan terkait tugas dan posisinya sebagai pemegang saham dan Komisaris Utama di PT. Japirex, perusahaan yang bergerak di bidang ekspor rotan dan telah dilikuidasi pada tahun 2009.

Sandiaga mengatakan, kasus yang menjeratnya tersebut merupakan ranah perdata dan berkaitan dengan dua kubu pengusaha yang sedang bersengketa. Namun dia enggan merinci siapa dua pengusaha yang dimaksudnya itu.

"Posisi saya di mana tidak ada aliran dana satu rupiah pun dan semua berkaitan dengan pendanaan yang jadi wewenang saya sebagai Komisaris dan pemegang saham. Aset diputuskan untuk dijual seiring dengan likuidasi karena prospek yang tidak baik," tuturnya.



Agen Poker Online  IndonesiaTerkait tanah seluas 3.000 meter persegi yang dipersoalkan itu, Sandiaga mengklaim bahwa tanah tersebut milik PT Japirex. Djonny Hidayat, selaku pelapor, disebutnya telah mendapatkan kompensasi dari penjualan tersebut.

"Tanah itu berpuluh-puluh tahun milik Japirex. Waktu likuidasi sudah dijual dan Djonny sudah terima kompensasi," tuturnya.

Namun, Sandiaga tidak dapat menyebutkan berapa nominal angka kompensasi yang diterima Djonny. Dia juga tak mengetahui harga jual tanah tersebut karena disebut sebagai kewenangan tim likuidasi.

Diketahui, pada 1992 PT Japirex dilikuidasi. Tim likuidasi di bawah pimpinan Andreas Tjahyadi memutuskan untuk menjual aset-aset perusahaan. Salah satunya, sebidang tanah di kawasan Curug, Tangerang, yang dijual Rp8 miliar. Tanah ini diklaim milik Djonny, dan akibat penjualannya nama Sandiaga pun terseret ke dalam pusaran perkara ini.

Pihak Andreas sebelumnya mengaku meminjam nama Djonny untuk meningkatkan status tanah tersebut menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Atas peminjaman nama itu, Djonny disebut mendapat kompensasi sebesar Rp250 juta. Masalahnya, peminjaman nama itu tidak dicatat secara hitam di atas putih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koalisi Saudi Akui Ada Kesalahan dalam Serangan Maut di Yaman

Koalisi Saudi Akui Ada Kesalahan dalam Serangan Maut di Yaman Agen Poker Online -  Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi pemberontak Huthi di Yaman mengakui telah membuat kesalahan dalam serangan udara mematikan pada Agustus lalu yang membunuh 40 anak-anak. Pengeboman di sebuah pasar yang ramai di bagian selatan Yaman yang dikuasai pemberontak Huthi saat itu menewaskan total 51 orang menurut Palang Merah Internasional. Serangan di provinsi Saada, 9 Agustus itu juga melukai 79 orang dimana 56 di antaranya adalah anak-anak. Insiden tersebut memicu gelombang protes dari masyarakat internasional yang marah dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melakukan investigasi yang kredibel dan transparan. Situs Poker Online - Dilansir dari AFP, juru bicara koalisi Saudi, Mansour al-Mansour mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan telah menemukan ada kesalahan terjadi sebelum serangan dilakukan. Mansour pun menyatakan orang-orang yang bertanggung jawab atas kesalahan ...

Propam Banten: Oknum Polair Pelaku Pungli Minta Rp 175 Juta

Propam Banten: Oknum Polair Pelaku Pungli Minta Rp 175 Juta Berita terkini -  Kabid Propam Polda Banten Kombes Gunawan mengatakan AKP AK terbukti meminta Rp 175 juta kepada pemilik kapal. AKP AK adalah oknum di Direktorat Polisi Air (Ditpolair) yang dilaporkan atas dugaan pungutan liar (pungli). Poker Online Indonesia "Penanganan masalah ini pada Propam atas persetujuan Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam. Memang katanya penyidik, (pelaku) minta uang 175 juta. Jadi memang ada komunikasi seperti itu antara dia dengan pemilik kapal," kata Gunawan ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (25/8/2018). Agen Poker Online "Itu yang mau di-OTT. Tidak terjadi OTT karena memang kita sudah selidiki dan tindak lebih dulu," sambung Gunawan. Gunawan menuturkan pungli yang dilakukan AKP AK terkait bongkar muatan kapal di Pelabuhan Merak. "Kan mereka mau bongkar kapal dan dimintai pungli. Tapi tidak sempat karena sudah keburu ditindak. AKP AK kami periksa, kami amankan...

Kasus Penipuan Rp 149 M, Eks Wagub Bali Sudikerta Diciduk di Bandara!

Berita Terkini -  Eks wagub Bali I Ketut Sudikerta ditangkap Ditreskrimsus Polda Bali. Tersangka kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar itu ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pantauan di Polda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Kamis (4/4/2019), Sudikerta tiba sekitar pukul 15.00 Wita. Sudikerta memakai kaos polo warna putih dan terlihat memakai kaca mata hitam. Sudikerta hanya tersenyum dan menangkis kamera wartawan. Dikawal penyidik yang juga memakai kaus putih dan bertopi hitam, Sudikerta terus berjalan ke lantai tiga Ditreskrimum Polda Bali. Agen Toto88 - Dari informasi yang dihimpun sedianya Sudikerta dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini. Namun, hingga siang Sudikerta tidak menampakkan diri dan terpantau berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebelumnya diberitakan, eks Wagub Bali itu ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar akhir tahun lalu. Selain kasus itu Sudikerta juga dijerat pasal pencu...