Langsung ke konten utama

Cerai, Pria Karanganyar Bayar Mut'ah Rp 155 Juta Pakai Uang Receh


Cerai, Pria Karanganyar Bayar Mut'ah Rp 155 Juta Pakai Uang Receh


Cerai, Pria Karanganyar Bayar Mut'ah Rp 155 Juta Pakai Uang Receh

Berita terkini - Pengadilan mengabulkan gugatan cerai warga Karanganyar kepada istrinya. Peristiwa ini menjadi perhatian karena pembayaran biaya nafkah dan mut'ah menggunakan uang recehan. Uniknya uang itu dimasukkan dalam 13 karung dan diangkut menggunakan mobil bak terbuka.

Dari total biaya Rp 178 juta, pria bernama Dwi Susilarto itu membayar Rp 153 juta dalam bentuk uang koin pecahan Rp 1.000. Sisanya Rp 25 juta dibayar dengan uang kertas. Uang dalam karung itu sempat tersebar saat dibuka.

Agen Poker Online

"Total ada 13 karung, itu uang koin dan kertas. Beratnya sekitar 890 kilogram," kata kuasa hukum Dwi, Sutarto.

Hal tersebut terungkap dalam sidang pembacaan ikrar kasus perceraian dengan istrinya, Hermi Setyowati, Kamis (23/8/2018). Ikrar dibacakan oleh Dwi di Pengadilan Agama Karanganyar.

Sutarto mengatakan tidak ada alasan khusus Dwi membayar menggunakan uang receh. Menurutnya, tidak ada niat melecehkan dari pembayaran biaya nafkah dan mut'ah tersebut.

Situs Poker Online

"Sama sekali tidak ada niat melecehkan. Uang ini memang diperoleh dari sumbangan teman-teman, celengan (tabungan), memang adanya ini," kata Sutarto.

Adapun Dwi awalnya menggugat cerai Hermi karena sudah sembilan tahun tak hidup serumah. Dwi mengklaim selama itu dialah yang mencukupi kebutuhan dua orang mereka.

Poker Online Indonesia

Gugatan cerai dikabulkan oleh PA Karanganyar dengan biaya nafkah Rp 43 juta. Namun Hermi mengajukan banding.

Kemudian Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah juga mengabulkan perceraian Dwi dan Hermi. Namun jumlah biaya nafkah yang harus dibayarkan Dwi meningkat jadi Rp 178 juta.

Dapatkan info freechip terbaru klik disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koalisi Saudi Akui Ada Kesalahan dalam Serangan Maut di Yaman

Koalisi Saudi Akui Ada Kesalahan dalam Serangan Maut di Yaman Agen Poker Online -  Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi pemberontak Huthi di Yaman mengakui telah membuat kesalahan dalam serangan udara mematikan pada Agustus lalu yang membunuh 40 anak-anak. Pengeboman di sebuah pasar yang ramai di bagian selatan Yaman yang dikuasai pemberontak Huthi saat itu menewaskan total 51 orang menurut Palang Merah Internasional. Serangan di provinsi Saada, 9 Agustus itu juga melukai 79 orang dimana 56 di antaranya adalah anak-anak. Insiden tersebut memicu gelombang protes dari masyarakat internasional yang marah dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melakukan investigasi yang kredibel dan transparan. Situs Poker Online - Dilansir dari AFP, juru bicara koalisi Saudi, Mansour al-Mansour mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan telah menemukan ada kesalahan terjadi sebelum serangan dilakukan. Mansour pun menyatakan orang-orang yang bertanggung jawab atas kesalahan ...

Propam Banten: Oknum Polair Pelaku Pungli Minta Rp 175 Juta

Propam Banten: Oknum Polair Pelaku Pungli Minta Rp 175 Juta Berita terkini -  Kabid Propam Polda Banten Kombes Gunawan mengatakan AKP AK terbukti meminta Rp 175 juta kepada pemilik kapal. AKP AK adalah oknum di Direktorat Polisi Air (Ditpolair) yang dilaporkan atas dugaan pungutan liar (pungli). Poker Online Indonesia "Penanganan masalah ini pada Propam atas persetujuan Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam. Memang katanya penyidik, (pelaku) minta uang 175 juta. Jadi memang ada komunikasi seperti itu antara dia dengan pemilik kapal," kata Gunawan ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (25/8/2018). Agen Poker Online "Itu yang mau di-OTT. Tidak terjadi OTT karena memang kita sudah selidiki dan tindak lebih dulu," sambung Gunawan. Gunawan menuturkan pungli yang dilakukan AKP AK terkait bongkar muatan kapal di Pelabuhan Merak. "Kan mereka mau bongkar kapal dan dimintai pungli. Tapi tidak sempat karena sudah keburu ditindak. AKP AK kami periksa, kami amankan...

Kasus Penipuan Rp 149 M, Eks Wagub Bali Sudikerta Diciduk di Bandara!

Berita Terkini -  Eks wagub Bali I Ketut Sudikerta ditangkap Ditreskrimsus Polda Bali. Tersangka kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar itu ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pantauan di Polda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Kamis (4/4/2019), Sudikerta tiba sekitar pukul 15.00 Wita. Sudikerta memakai kaos polo warna putih dan terlihat memakai kaca mata hitam. Sudikerta hanya tersenyum dan menangkis kamera wartawan. Dikawal penyidik yang juga memakai kaus putih dan bertopi hitam, Sudikerta terus berjalan ke lantai tiga Ditreskrimum Polda Bali. Agen Toto88 - Dari informasi yang dihimpun sedianya Sudikerta dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini. Namun, hingga siang Sudikerta tidak menampakkan diri dan terpantau berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebelumnya diberitakan, eks Wagub Bali itu ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar akhir tahun lalu. Selain kasus itu Sudikerta juga dijerat pasal pencu...