Langsung ke konten utama

Dokumen Kapal Lestari Maju Ternyata Kedaluwarsa

image_title


Poker1929 – Polisi menetapkan satu tersangka lagi dalam kasus kecelakaan maut kapal Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Si tersangka baru itu ialah Hendra Yuwono Njo, pemilik kapal Lestari Maju.

Dua orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka ialah Kwat Marianto, perwira Posko Pelabuhan Bira yang menerbitkan SPB (Surat Persetujuan Berlayar); dan Agus Susanto, nakhoda kapal Lestari Maju.

Ketiga tersangka itu, menurut polisi, sebenarnya belum final karena penyelidikan masih berlangsung. Masih terbuka kemungkinan bagi polisi untuk menetapkan tersangka lagi seiring perkembangan penyelidikan.

"Kecelakaan laut ini tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka baru, tapi untuk saat ini baru tiga tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Polisi Dicky Sondani, di Makassar pada Rabu, 11 Juli 2018.
Dalam kasus itu, Hendra disebut dengan jelas telah lalai. Selaku pemilik, Hendra tidak memperbarui dokumen keselamatan kapal Lestari Maju.
"Lalainya sudah jelas peran pemilik kapal. Hasil penyidikan, dia tidak ajukan kembali dokumen keselamatan yang telah kedaluwarsa, padahal harusnya diaudit. Ini sama saja membiarkan," katanya.
Mestinya, kata Dicky, dokumen itu diperbarui lebih setahun lalu tetapi Hendra membiarkannya. Itu artinya juga bahwa Hendra tak tahu kondisi terkini kapal yang dimilikinya sehingga belakangan mencelakai banyak orang.
Polda Sulawesi Selatan masih menyelidiki musibah kecelakaan pelayaran maut itu. Kapal Lestari Maju berlayar dari Pelabuhan Bira di Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata di Kepulauan Selayar pada 3 Juli. Sebanyak 36 penumpang meninggal dunia sebelum kapal itu dikandaskan di pantai Pa'baddilang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koalisi Saudi Akui Ada Kesalahan dalam Serangan Maut di Yaman

Koalisi Saudi Akui Ada Kesalahan dalam Serangan Maut di Yaman Agen Poker Online -  Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi pemberontak Huthi di Yaman mengakui telah membuat kesalahan dalam serangan udara mematikan pada Agustus lalu yang membunuh 40 anak-anak. Pengeboman di sebuah pasar yang ramai di bagian selatan Yaman yang dikuasai pemberontak Huthi saat itu menewaskan total 51 orang menurut Palang Merah Internasional. Serangan di provinsi Saada, 9 Agustus itu juga melukai 79 orang dimana 56 di antaranya adalah anak-anak. Insiden tersebut memicu gelombang protes dari masyarakat internasional yang marah dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melakukan investigasi yang kredibel dan transparan. Situs Poker Online - Dilansir dari AFP, juru bicara koalisi Saudi, Mansour al-Mansour mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan telah menemukan ada kesalahan terjadi sebelum serangan dilakukan. Mansour pun menyatakan orang-orang yang bertanggung jawab atas kesalahan ...

Propam Banten: Oknum Polair Pelaku Pungli Minta Rp 175 Juta

Propam Banten: Oknum Polair Pelaku Pungli Minta Rp 175 Juta Berita terkini -  Kabid Propam Polda Banten Kombes Gunawan mengatakan AKP AK terbukti meminta Rp 175 juta kepada pemilik kapal. AKP AK adalah oknum di Direktorat Polisi Air (Ditpolair) yang dilaporkan atas dugaan pungutan liar (pungli). Poker Online Indonesia "Penanganan masalah ini pada Propam atas persetujuan Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam. Memang katanya penyidik, (pelaku) minta uang 175 juta. Jadi memang ada komunikasi seperti itu antara dia dengan pemilik kapal," kata Gunawan ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (25/8/2018). Agen Poker Online "Itu yang mau di-OTT. Tidak terjadi OTT karena memang kita sudah selidiki dan tindak lebih dulu," sambung Gunawan. Gunawan menuturkan pungli yang dilakukan AKP AK terkait bongkar muatan kapal di Pelabuhan Merak. "Kan mereka mau bongkar kapal dan dimintai pungli. Tapi tidak sempat karena sudah keburu ditindak. AKP AK kami periksa, kami amankan...

Kasus Penipuan Rp 149 M, Eks Wagub Bali Sudikerta Diciduk di Bandara!

Berita Terkini -  Eks wagub Bali I Ketut Sudikerta ditangkap Ditreskrimsus Polda Bali. Tersangka kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar itu ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pantauan di Polda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Kamis (4/4/2019), Sudikerta tiba sekitar pukul 15.00 Wita. Sudikerta memakai kaos polo warna putih dan terlihat memakai kaca mata hitam. Sudikerta hanya tersenyum dan menangkis kamera wartawan. Dikawal penyidik yang juga memakai kaus putih dan bertopi hitam, Sudikerta terus berjalan ke lantai tiga Ditreskrimum Polda Bali. Agen Toto88 - Dari informasi yang dihimpun sedianya Sudikerta dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini. Namun, hingga siang Sudikerta tidak menampakkan diri dan terpantau berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebelumnya diberitakan, eks Wagub Bali itu ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar akhir tahun lalu. Selain kasus itu Sudikerta juga dijerat pasal pencu...