Langsung ke konten utama

Terungkap, Ada Puluhan Dermaga di Danau Toba

image_title


Casino393 – Untuk mencegah peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun, terulang kembali, Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengumpulkan seluruh regulator, Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten, pengusaha kapal di Danau Toba hingga sejumlah kapolres di jajaran Polda Sumut.

"Sebelum pilkada kemarin, kami melakukan pertemuan diinisiasi oleh bapak kapolda Sumut, mengundang seluruh stakeholder di tingkat provinsi. Intinya, rapat itu untuk langkah ke depan agar kasus serupa tidak terulang kembali," kata Direktur Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol. Andi Rian Djajad kepada wartawan di Mapolda Sumut, Jumat siang, 29 Juni 2018.

Andi menjelaskan, tujuan pertemuan untuk menyatakan komitmen bersama menjalankan fungsi dan pengawasan guna operasional seluruh kapal motor penyeberangan yang ada di Danau Toba. Hal ini, merujuk dari kejadian dari KM Sinar Bangun.

"Seperti ini kejadian sering, selesai-selesai begitu saja dianggap seperti angin lalu. Tentunya ada perbaikan, bukan sebatas di belakang meja menerbitkan izin, tidak melihat kondisi di lapangan," tutur Andi.
Andi mengungkapkan, pertemuan ini juga untuk memberikan pengarahan bagaimana sistem pelayaran yang baik. Khususnya dengan mengutamakan keselamatan pelayaran seperti jaket pelampung, manifes, dan kelayakan kapal untuk berlayar.
"Selain dari rekan-rekan TNI AL, kami undang Dinas Perhubungan dari provinsi dan tujuh kabupaten di Danau Toba, termasuk kapolres dan para operator dari kapal-kapal penyeberangan yang dimiliki masyarakat," ucap perwira melati tiga itu.
Menurutnya, dalam pertemuan itu terungkap bahwa di Danau Toba memiliki 34 dermaga. Mayoritas diduga tidak memiliki pengawasan secara maksimal oleh pihak terkait saat melakukan kegiatan pelayaran.
Sementara itu, untuk jumlah kapal yang beroperasi, hingga kini belum ada data pasti. Karena kapal dikelola oleh masyarakat. 
"Terkesan malah, mohon maaf, dari beberapa operator mereka tidak tersentuh oleh regulator. Seperti itu, untuk itu kita sama-sama mengintrospeksi. Kemudian, yang mati ini bukan ikan, tapi manusia, perlu kita perhatikan," kata Andi.
Dalam kasus KM Sinar Bangun, Polda Sumut sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kelima tersangka itu adalah Kepala Dinas Perhubungan Samosir Nurdin Siahaan, nakhoda Kapal Motor Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala.
Kemudian, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra dan Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koalisi Saudi Akui Ada Kesalahan dalam Serangan Maut di Yaman

Koalisi Saudi Akui Ada Kesalahan dalam Serangan Maut di Yaman Agen Poker Online -  Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi pemberontak Huthi di Yaman mengakui telah membuat kesalahan dalam serangan udara mematikan pada Agustus lalu yang membunuh 40 anak-anak. Pengeboman di sebuah pasar yang ramai di bagian selatan Yaman yang dikuasai pemberontak Huthi saat itu menewaskan total 51 orang menurut Palang Merah Internasional. Serangan di provinsi Saada, 9 Agustus itu juga melukai 79 orang dimana 56 di antaranya adalah anak-anak. Insiden tersebut memicu gelombang protes dari masyarakat internasional yang marah dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melakukan investigasi yang kredibel dan transparan. Situs Poker Online - Dilansir dari AFP, juru bicara koalisi Saudi, Mansour al-Mansour mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan telah menemukan ada kesalahan terjadi sebelum serangan dilakukan. Mansour pun menyatakan orang-orang yang bertanggung jawab atas kesalahan ...

Propam Banten: Oknum Polair Pelaku Pungli Minta Rp 175 Juta

Propam Banten: Oknum Polair Pelaku Pungli Minta Rp 175 Juta Berita terkini -  Kabid Propam Polda Banten Kombes Gunawan mengatakan AKP AK terbukti meminta Rp 175 juta kepada pemilik kapal. AKP AK adalah oknum di Direktorat Polisi Air (Ditpolair) yang dilaporkan atas dugaan pungutan liar (pungli). Poker Online Indonesia "Penanganan masalah ini pada Propam atas persetujuan Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam. Memang katanya penyidik, (pelaku) minta uang 175 juta. Jadi memang ada komunikasi seperti itu antara dia dengan pemilik kapal," kata Gunawan ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (25/8/2018). Agen Poker Online "Itu yang mau di-OTT. Tidak terjadi OTT karena memang kita sudah selidiki dan tindak lebih dulu," sambung Gunawan. Gunawan menuturkan pungli yang dilakukan AKP AK terkait bongkar muatan kapal di Pelabuhan Merak. "Kan mereka mau bongkar kapal dan dimintai pungli. Tapi tidak sempat karena sudah keburu ditindak. AKP AK kami periksa, kami amankan...

Kasus Penipuan Rp 149 M, Eks Wagub Bali Sudikerta Diciduk di Bandara!

Berita Terkini -  Eks wagub Bali I Ketut Sudikerta ditangkap Ditreskrimsus Polda Bali. Tersangka kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar itu ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pantauan di Polda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Kamis (4/4/2019), Sudikerta tiba sekitar pukul 15.00 Wita. Sudikerta memakai kaos polo warna putih dan terlihat memakai kaca mata hitam. Sudikerta hanya tersenyum dan menangkis kamera wartawan. Dikawal penyidik yang juga memakai kaus putih dan bertopi hitam, Sudikerta terus berjalan ke lantai tiga Ditreskrimum Polda Bali. Agen Toto88 - Dari informasi yang dihimpun sedianya Sudikerta dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini. Namun, hingga siang Sudikerta tidak menampakkan diri dan terpantau berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebelumnya diberitakan, eks Wagub Bali itu ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar akhir tahun lalu. Selain kasus itu Sudikerta juga dijerat pasal pencu...