Langsung ke konten utama

Yulianis Jelaskan Lalu Lintas Keuangan Permai Group

image_title


Casino393 - Sidang Peninjauan Kembali (PK) terpidana mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menghadirkan saksi Yulianis, mantan pejabat keuangan Permai Group. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta itu, Anas mengatakan terdapat dua poin penting dalam pengajuan PK.

"Pertama tentang keadaan baru dan bukti baru. Yang kedua tentang kekhilafan hakim atau kekeliruan yang nyata," kata Anas kepada Majelis Hakim PK, Kamis, 31 Mei 2018.

Anas menekankan informasi tentang lalu lintas keuangan Permai Group, sangat diketahui oleh Yulianis yang saat itu menjabat sebagai Wakil Direktur Keuangan. Utamanya, Anas ingin membuktikan bahwa sejumlah uang yang dijadikan dasar vonis uang pengganti terhadapnya dianggap tidak sesuai.

"Ada dana dari Permai Grup yang digunakan untuk kepentingan pemenangan kongres, bahkan dalam putusan pidana tambahan uang pengganti Rp57,5 miliar dan 5,26 juta dolar AS," kata Anas meminta penjelasan kepada Yulianis.
Mantan anak buah Nazaruddin itu pun menegaskan bahwa tak ada uang Permai Grup yang digunakan untuk Kongres Partai Demokrat tahun 2010.
"Saya sudah jelaskan ke KPK. Waktu ke kongres saya bawa uang Rp30 miliar dari kas perusahaan, 3 juta dolar AS dari sumbangan, kemudian 2 juta dolar dari kas perusahaan," kata Yulianis.
"Dan saya sudah terangkan hal ini ke KPK, Rp30 miliar itu kembali lagi ke rekening perusahaan. Yang 2 juta dolar AS kembali ke Neneng Sri Wahyuni. Dan 3 juta dolar terpakai 1,8 juta dolar dan sebagian dipakai Ibu Neneng," Yulianis menambahkan.
Meskipun sudah dijelaskan, diungkapkan Yulianis, KPK tidak menuliskan soal pengembalian uang dari Permai Group itu ke dalam BAP-nya.
"Nah pengembaliannya itu yang tidak dicatat oleh KPK dalam BAP," kata Yulianis.
Sebagai penguat, Yulianis mencatat seluruh lalu lintas keuangan Permai Group termasuk setoran kembali uang yang rencananya dipakai untuk kongres.
"Ada semuanya (catatan) dari parkir yang Rp1.000 sampai yang paling besar," ujarnya.
Selain itu, Anas menyinggung pemilik Permai Group. Sebab dalam putusan, Permai Group disebut juga milik Anas bersama-sama dengan Nazaruddin.
"Pak Nazar pernah bilang ke saya bahwa Bapak (Anas) penasihat politik, pak," kata Yulianis menggambarkan posisi Anas di Permai Group.
Sementara pemilik Permai Grup, sebut Yulianis, tak lain adalah Nazaruddin sendiri. "Saya ajukan langsung ke Pak Nazaruddin. Kemudian setelah disetujui saya melapor ke Bu Neneng selaku Direktur Keuangan, baru uang bisa cair," kata Yulianis menguatkan kesaksian dengan menjelaskan mekanisme keuangan di Permai Group.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Menang, PSM Akui Main Buruk di Babak Pertama

Meski Menang, PSM Akui Main Buruk di Babak Pertama Poker Online Indonesia -  PSM Makassar memang berhasil menang di markas PS Tira. Tapi, PSM mengakui kalau performa mereka tak bagus terutama di babak pertama. PSM membawa pulang tiga angka dari lawatannya ke Stadion Sultan Agung, Rabu (19/9/2018) malam WIB. Dalam laga Liga 1 2018 yang berlangsung sengit, PSM sempat tertinggal 0-1 di babak pertama lewat penalti Alexander Rakic. Namun, di babak kedua, PSM berhasil bangkit dan berbalik unggul lewat gol Wiljan Pluim dan Ferdinand Sinaga. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai sekaligus menyudahi tren negatif PSM yang tak pernah menang di enam laga terakhir. Agen Judi Dewapoker99 Terbaik dan Terpercaya Usai laga, Pelatih PSM Robert Rene Alberts, menganggap anak asuhnya bermain tanpa tekanan meski dibayangi hasil buruk. Poker Online Indonesia -  "Tidak ada rahasia dalam sepakbola, ini soal kerja keras yang jujur, tidak ada pressure tambahan ini normal dalam sepakbola,...

KPK Jerat Bupati Mojokerto dengan Dua Kasus Sekaligus

Poker393 –  Komisi Pemberantasan Korupsi menjerat dua kasus sekaligus terhadap Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa. Menurut Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, Kamal dijerat terkait kasus suap pembangunan menara telekomunikasi di Mojokerto tahun 2015. "Dugaan penerimaan hadiah atau janji yang diterima oleh tersangka MKP terkait perizinan menara telekomunikasi ini adalah sekitar Rp2,7 miliar," kata Laode di kantor KPK, Senin. Selain Mustofa Kamal, dalam kasus ini KPK juga menjerat Ockyanto selaku Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure, dan Onggo Wijaya selaku Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia sebagai tersangka suap. Pada kasus itu, Kamal dijerat memakai Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11? UU Pemberantasan Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Adapun Onggo dan Ockyanto diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP . Kasus ke...

SBY dan AHY Sambut Prabowo-Sandiaga

SBY dan AHY Sambut Prabowo-Sandiaga Agen Judi Poker - Bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bertemu dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya datang bersama dengan satu mobil. Pantauan detikcom, Prabowo-Sandiaga tiba pada pukul 19.38 WIB. Keduanya menaiki mobil Lexus B-1710-PSD. Mobil yang dinaiki keduanya langsung masuk ke halaman rumah SBY. Prabowo terlihat memakai pakaian putih, sedangkan Sandiaga memakai baju biru muda. Situs Poker Online - Kedatangan keduanya disambut SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono. Prabowo terlihat memberi salam hormat ke SBY lalu berpelukan. Sebelumnya, Wasekjen PD Andi Arief mengungkapkan, dalam pertemuan SBY dan Prabowo malam ini, akan dibahas Strategi 55. Pertemuan itu juga untuk mematangkan strategi pemenangan pada Pilpres 2019. Agen Poker Online "Pertemuan SBY dan Prabowo malam ini adalah pertemuan lanjutan, mematangkan strategi dan taktik. Sudah diagendakan secara periodik, bukan membahas gor...